Thursday, May 28, 2009

KuaSawan

kerusi empuk 5 tahun sekali dimenangi
habis berjualan bertempiaran mencari rezeki
tiba saat menuai hasil sebaik kuasa digenggami
murba menjahit baju harap di sumur janji
juga memohon pekerti budi disuburi
bukan kemenangan mutlak dicari-cari
mendaulatkan bangsa dan bahasa sendiri
bukan sekadar coba memperkasa ibu pertiwi
lidah bahasa ibunda udah cukup ranum ilmu tinggi
kembalikanlah maruahnya ke mayapada ini
dan memaku kejap tiang keadilan ke lubuk nubari

Ilham Ainol
Segamat,Johor
28 Mei 2009

Monday, May 25, 2009

Saat Mengusungmu Ke Kebun Akhir














Saat mengusungmu ke kebun akhir
Bibir alam berkumat-kamit berzikir
Sungai kasih pasti patih mengalir
Itu sebaik janji-Nya yang tak akan dimungkir
Sawah sejahtera yang kau kerjai
Dengan sekeping hati murni
Kini menumbuhkan sekebun bahagia
Buat bekalan ke alam sana
Yang ditinggalkan masih bena dan setia

Ilham Ainol
Segamat, Johor
25 Mei 2009

Wednesday, May 6, 2009

Silauan Kristal

Saat sentuhan pada kura semakin dingin
Kepingan kalbuku semakin membeku
Lalu kukemas bagasi rasa untuk berlalu
Perit untuk melemparkan kenangan cinta itu
Biarkan helaian sesal menumpang gelintar angin
Kerna kau tersilau seketul Kristal yang lain

Ilham Ainol
Segamat, Johor
5 Mei 2009

Tuesday, May 5, 2009

Yang Dijumpai Masih Tinggal Di Sana




Melewati jejak pudar di pasir pantai menjerlus
Di kejauhan sepermai dedaun kelapa mesra dielus
Seakan bidadari meliuk longlai menggoda halus
Mendengar deburan ombak mengusap ubun kalbu
Bergetar renjatan kasih ke seluruh daerah raga
Singgahan sejenak matlamat menapis renyah kota
Menyapu debu daki menggumuli payah dan resah fana
Yang kujumpa di sana tetap setia mengusap pipi segara
Yang kubawa ke kota tetap patih melingkar di leher jiwa
Terpempan terpandang sepasang sepatu lelah di luar pintu sana.

Ilham Ainol
Segamat,Johor
5 Mei 2009

Monday, April 27, 2009

Menguak Jendela Rindu















Kukuak sejuta jendela rindu
Semilir pagi lewat ghairah bercumbu
Sejuta pengap menyeluruhi terjal sendu
Meminjam hangat mentari mendiangi ruang sepi
Singgah menghirup secangkir kopi
Mata menggumuli pinggang akhbar hari
Henyakan resah semakin mengakrabi
Lalu kucampak warkah resah ke langit tinggi
Kembali waras kala ombak gelora terhempas
Sepantai tenang terhampar luas
Persis camar putih terbang bebas

Ilham Ainol
Segamat, Johor
27 April 2009


Tuesday, April 14, 2009

Gundah













Gajah mati meninggalkan gading bertuah
Harimau mati meninggalkan belang
Pemimpin pergi menitipkan slogan indah
Rakyat masih menampi senyiru huma gundah
Petualang menuding jari telunjuk berkait
Dalang menebar jala helah membukit
Hasrat meraih laba di pertengahan gawat nan perit
Sesayup gunung usai diratah nafsi
Sedalam samudera usai ditimba hawa
Yang tinggal ranah budi gersang tidak terperi
Yang berbaki gaung maruah terpongah mempamer ngeri
Masih adakah secalit pelangi harapan merentangi langit generasi mendatang
Hadirnya sejeda merawat luka tidak terbilang
Sarat memikul honar dan dosa kebinatangan
Bilakah ia akan menghilang?

Ilham Ainol
Segamat, Johor
13 April 2009

Tuesday, April 7, 2009

Wahana Rindu



rindu itu bauran harum mawar semerbak
namun tercacak duri menusuk kalbu
kala berjarak ruang dan waktu
Ia tetap indah saat diulangkenang
kerna bahagianya meneduhi seantero walang



Ilham Ainol
Segamat, Johor
8 April 2009