Thursday, June 25, 2009

Si Koma-koma


koma-koma yang bernuansa kehidupan itu bisa dicalit-letak dan didakwat-warnakan oleh kehendak-Nya dan oleh kebijaksanaan-Nya.kita hanya perlu melaluinya sewarasnya dan penuh keikhlasan dan keimanan.hanya DIA bisa menetaskan tanda noktah pada penghujung aksara kehidupan kita.

Hantu Silam

Terpongah tebing sini saat dia mewar-warkan hasrat mudik ke muara
Tebing rapuh berantakan dioleng dihempas ombak terpana
Terkuak lipatan sirah lalu disepah seenaknya demi menagih sebutir laba

Dada murba termangsa ditusuk kekata berbisa
Berselindung di sebalik lalang melata
Siasah yang menjaja resah dan darah bangsa
Jeda terlupa seolah nyanyuk dirasuk cita
Jernih air dikeruhi pusar dayung terpantul cahaya menyilau mata

Bumi bertuah ini pernah meneduhi terik mentari ribut meragut nyawa
Bumi berkilauan emas ini pernah mencurah rezeki lumayan berharga
Namun kau melempar lembing dendam ke dada bonda
Mencabut roh anak-anak bonda sekejamnya demi sebuah perjuangan sesia

Kini kau ingin berpaling menghantar jasad ke bumi bertuah ini sebelum menutup mata
Kembalimu memuntahkan lahar amarah yang sekian lama dilontar ke lembah lara
Kembalimu meretaskan parut luka yang masih merah menyala
Kembalimu bakal ditentang sehebatnya sampai bila-bila
Kehadiranmu mengocak tasik ketenangan mencipta bahagia
Kami tidak membutuhkan penderhaka yang kejam lagi durjana
Nyah kau selamanya di wilayah sana

Ilham Ainol
Segamat,Johor
25 Jun 2009

Wednesday, June 3, 2009

Gelapkah hati andai ia dimendungi sepelangi keraguan?



Mendung menyeluruhi durja bumantara senja
Awan larat mengepulkan bebola air bergelora
Angin serakah gesit menerjah kaki mendung
Badai amuk merembat bebola air ke puncak gunung
Bertempik sang kilat dan guruh berdentum
Bumi dibasahi nikmat alam yang terhukum
Menyegar batin insan yang santun tersenyum
Mensyukuri setiap titis nikmat kurniaan-Nya
Andai muara dikeruhi banjir musibah beriringan
Gelapkah hati andai ia dimendungi sepelangi kesangsian?

Ilham Ainol
Segamat, Johor
3 Jun 2009

Tuesday, June 2, 2009

Terbanglah Sesayap Rindu



Secuil hati ini
Lelah diramas jejari rindu
Tambah sebak menyaksi dedaun kalender berguguran
Nasib jemari hati diramahi semilir lembut
Namun disesaki semula pelaluan rindu yang menginsut
Merisau tentang pemuja yang ramai
Kerna kini ia cuma dimiliki dia yang permai

Bersayaplah rindu
Terbanglah kepadanya agar gesit dipatahkannya
Atau mungkin angin gelora sedia meraup ranting lara itu
Demi mendambakan sebuah perteduhan di bawah pohon pengharapan
Kala cinta menyatu bersama-sama kita menghuni taman Firdausi
Diikaterat sebuah perkahwinan yang berpelangi
Bukan lagi pertemuan di gigi mimpi
Di tebing mata di pantai memori
Bernoktah saat kaca ilusi terhempas ke lantai realiti

Ilham Ainol
Segamat, Johor

2 Jun 2009

Friday, May 29, 2009

Menggenggam Potret Mimpi


Lena panjang direncat libasan kenang
Terbangun sembari memujuk mata bergenang
Jam dinding setia menghitung masa penuh pasti
Tangan longlai masih menggenggam potret mimpi
Dari ruang ilusi melompat ke pasanggrahan realiti
Syukur diwarasi oleh pundak yang bistari


Ilham Ainol
Segamat, Johor
29 Mei 2009

Thursday, May 28, 2009

KuaSawan

kerusi empuk 5 tahun sekali dimenangi
habis berjualan bertempiaran mencari rezeki
tiba saat menuai hasil sebaik kuasa digenggami
murba menjahit baju harap di sumur janji
juga memohon pekerti budi disuburi
bukan kemenangan mutlak dicari-cari
mendaulatkan bangsa dan bahasa sendiri
bukan sekadar coba memperkasa ibu pertiwi
lidah bahasa ibunda udah cukup ranum ilmu tinggi
kembalikanlah maruahnya ke mayapada ini
dan memaku kejap tiang keadilan ke lubuk nubari

Ilham Ainol
Segamat,Johor
28 Mei 2009

Monday, May 25, 2009

Saat Mengusungmu Ke Kebun Akhir














Saat mengusungmu ke kebun akhir
Bibir alam berkumat-kamit berzikir
Sungai kasih pasti patih mengalir
Itu sebaik janji-Nya yang tak akan dimungkir
Sawah sejahtera yang kau kerjai
Dengan sekeping hati murni
Kini menumbuhkan sekebun bahagia
Buat bekalan ke alam sana
Yang ditinggalkan masih bena dan setia

Ilham Ainol
Segamat, Johor
25 Mei 2009